Senin, 03 Desember 2012

Fenomena Media Online dalam Perspektif Ontologi, Epistemologi, dan Aksiologi



Teknologi informasi telah membuka mata dunia akan sebuah dunia baru, interaksi baru, market place baru, dan sebuah jaringan bisnis dunia tanpa batas. Nah menyadari bahwa perkembangan teknologi yang disebut Internet telah perubahan pola interaksi masyarakat, yaitu; interaksi bisnis, ekonomi, sosial, dan budaya. Internet telah diberikan seperti kontribusi besar bagi masyarakat, perusahaan / industri dan pemerintah. Kehadiran internet telah mendukung efektivitas dan efisiensi operasi, terutama perannya sebagai sarana komunikasi, publikasi, dan sarana untuk memperoleh informasi yang dibutuhkan oleh sebuah badan usaha dan bentuk perusahaan atau lembaga lainnya. Di seluruh daerah Internet masih relatif baru untuk katakan adalah dikenal oleh Indonesia dan frekuensi menjadi lebih berani untuk digunakan dikembangkan, sehingga pengguna internet telah menunjukkan kemajuan yang signifikan. Pengembangan juga telah menimbulkan peningkatan jumlah penyedia layanan internet (ISP). Untuk memberikan pelayanan yang baik diperlukan JSA opini publik sebagai pengguna internet, sehingga semua kelemahan dan kekurangan yang dihadapi saat ini dapat lebih ditingkatkan.
Media Online telah merebut perhatian masyarakat sekarang ini karena hampir semua orang yang memiliki mobilephone yang disebut ‘handphone’ telah menyediakan fasilitas internet akses. Hal ini telah menjadi fenomena tersendiri dalam proses komunikasi massa bahkan ketergantungan manusia pada media Online yang disebut internet.
Pesatnya penggunaan internet berpengaruh secara meluas tidak hanya pada bidang teknologi, tetapi juga pada aspek sosial, politik, ekonomi-budaya, termasuk media massa. Dengan adanya internet, terjadi pemekaran (konvergensi) dari jenis-jenis media yang sudah ada sebelumnya. Perkembangan teknologi media yang cepat dengan kemampuan konvergensinya, secara perlahan tapi pasti akan berdampak pada sistem kerja media massa, terutama praktik jurnalistik. Meskipun prinsip-prinsip yang berkaitan dengan etika dasar tetap dipertahankan sesuai nilai universal jurnalisme: akurat, objektif, fair, seimbang, dan tidak memihak, namun dalam praktiknya, kehadiran jurnalisme online yang difasilitasi internet sedikit banyak mereduksi teknik-teknik jurnalisme konvensional yang selama ini berlaku. Perubahan itu tampak dari peran jurnalis, fungsi gatekeeper, karakteristik medium, hingga perilaku audiensnya.
Beberapa formula dalam pemberitaan media online yang berbeda dengan media konvensional antara lain: Pertama, berita cepat tayang dan bahkan real time karena internet mampu memperpendek jarak antara peristiwa dan berita. Pada saat peristiwa berlangsung, beritanya bisa dipublikasikan secara luas. Kedua, berita ditayangkan kapan saja, dari mana saja, tanpa memperhitungkan luas halaman dan durasi, karena internet memang tidak memiliki problem ruang dan waktu dalam mempublikasikan informasi. Ketiga, berita diformat dalam bentuk singkat dan padat karena informasi terus mengalir dan berubah sewaktu-waktu. Namun kelengkapan informasi tetap terjaga karena antara berita yang satu dengan berita yang lain bisa dikaitkan (linkage) hanya dengan satu klik. Keempat, untuk menjaga kepercayaan pembaca, ralat, update, dan koreksi dilakukan secara periodik dan konsisten. Ini sekaligus memanfaatkan kekuatan interaktif internet (Supriyanto dan Yusuf, 2007: 104-105).
Berdasarkan fenomena ini kami berpendapat bahwa sudah menimbulkan ‘satu’ permasalahan di dalam nilai-nilai ”filosofis” komunikasi. Dengan hadirnya internet sebagai alat komunikasi di Indonesia yang berkembang begitu cepat, sehingga suka atau tidak suka kita akan menghadapi dilematis keterbukaan informasi yang sesungguhnya belum tentu menguntungkan masyarakat kita. Cepat atau lambat akan memperlihatkan efek positif dan negatif kepada masyarakat.
Fenomena ini menjadi menarik karena jika dirunut dari akar permasalahannya, problematika yang dihadapi oleh situs berita pada prinsipnya adalah bagaimana mengelola isi (content) situs bersangkutan, bukan hanya membangun web portal, lalu tinggal mengembangkannya saja. Untuk bisa tetap survive sebuah media online seperti situs berita membutuhkan perencanaan dan pengelolaan yang matang. Sejumlah kekhasan yang dimiliki media ini membuat para pengelolanya harus memperhatikan aspek-aspek pengelolaan informasi yang berbeda dengan media lain.
Banyaknya peristiwa yang terjadi dalam waktu bersamaan, pengutamaan kecepatan waktu penyampaian informasi, ruang media online yang terbatas, keterbatasan SDM yang dimiliki, serta karakter teknologi media yang kompleks, membuat format media dan produksinya pun akan berubah. Kenyataan ini seharusnya dapat diantisipasi oleh para pengelola media online. Sebagai contoh, sebuah studi yang dilakukan oleh Singer (2001) mengindikasikan bahwa ketika suratkabar menjadi online, peran penjaga gerbang (gatekeeper) mereka “menghilang” digantikan oleh tirani kecepatan (updating).
Perkembangan Internet di Indonesia semakin hari semakin memperlihatkan kecenderungan yang mencampuradukan berita dan hiburan melalui format jejaring sosial bahkan melalui TV kabel yang bisa menyuguhkan tayangan tanpa batas atau sejenis ”infotainment”.  Pergeseran nilai atas fungsi komunikasi data menjadi bukti betapa pentingnya pemahaman bagi pakar Ilmu Komunikasi untuk meneliti dan meletakkan acuan layanannya  secara dinamis tetapi bertanggungjawab.
Awalnya banyak yang meragukan kemampuan internet menyingkirkan media cetak, apalagi radio dan televisi karena sifat internet yang tidak praktis dan mahal. Kenyataannya, asumsi bahwa internet tidak praktis hanya bertahan beberapa tahun. Internet dahulu dinilai tidak praktis karena dalam mengoperasikan dibutuhkan komputer, ruang khusus untuk komputer, serta jaringan telekomunikasi yang handal. Kini perkembangan perangkat keras teknologi komputer sudah menciptakan komputer jinjing-portable (laptop) yang bisa dibawa ke mana-mana sebagaimana orang menenteng koran. Teknologi Wi-Fi juga memungkinkan akses internet secara mudah di berbagai tempat yang menyediakan titik-titik hotspot untuk menikmati fasilitas tersebut. Munculnya teknologi broadband bahkan memudahkan orang mengakses internet di mana saja dengan teknologimobile. Bila teknologi AMPS (generasi pertama/1G) yang muncul pada awal 1990-an sekadar melampaui keterbatasan fungsi telepon yang statis menjadi dinamis, serta hanya menampilkan suara, maka pada teknologi GSM (generasi kedua/2G) yang bergerak pada pertengahan dekade 1990-an, teknologi seluler tidak hanya mampu menjadi wahana tukar informasi dalam bentuk suara tetapi juga data, berupa teks dan gambar (SMS dan MMS). Karena murah, akses teknologi mobile generasi kedua ini berkembang pesat di Indonesia, sehingga memasuki 2000-an, handphone menjadi perangkat hidup (gadget) sehari-hari.
Sejak tahun 2006, masyarakat di Indonesia sudah bisa menikmati layanan audio-visual yang lebih canggih dengan teknologi generasi ketiga (3G). Ada juga pilihan koneksi internet ke aplikasi seluler dengan sistem UMTS, WiFi, dan WiMax. Berkaitan dengan kecepatan akses, beberapa jaringan operator seluler sudah memiliki jaringan paling cepat yang dikenal denganhigh-speed downlik packet access (HSDPA) atau yang sering disebut dengan 3,5G, yaitu generasi yang merupakan penyempurnaan dari 3G. Terakhir, vendor maupun operator seluler sudah mulai menggunakan teknologi next generation network (NGN) atau 4G (Subarkah, Kompas, 29 Juni 2007).
Perspektif Ontologi
Media online adalah sebutan umum untuk sebuah bentuk media yang berbasis telekomunikasi dan multimedia (baca-komputer dan internet). Didalamnya terdapat portal, website (situs web), radio-online, TV-online, pers online, mail-online, dll, dengan karakteristik masing-masing sesuai dengan fasilitas yang memungkinkan user memanfaatkannya”.
Salah satu pendekatan dalam memahami media online juga dipaparkan oleh Ashadi Siregar, Ia melihat media online, melalui kacamata pendefinisian suratkabar digital, yakni sebuah entitas yang merupakan integrasi media massa konvensional dengan internet. Identifikasinya terhadap ciri-ciri yang melekat pada surat kabar digital ditulisnya sebagai berikut :
1.      adanya kecepatan (aktualitas) informasi
2.      bersifat interaktif, melayani keperluan khalayak secara lebih personal
3.      memberi peluang bagi setiap pengguna hanya mengambil informasi yang relevan bagi dirinya/dibutuhkan
4.      kapasitas muatan dapat di perbesar
5.      informasi yang pernah disediakan tetap tersimpan (tidak terbuang), dapat ditambah kapan saja, dan pengguna dapat mencarinya dengan menggunakan mesin pencari
6.      tidak ada waktu yang diistimewakan (prime time) karena penyediaan informasi berlangsung tanpa putus, hanya tergantung kapan pengguna mau mengakses.

Salah satu desain media online yang paling umum diaplikasikan dalam praktik jurnalistik modern dewasa ini adalah berupa situs berita. Situs berita atau portal informasi sesuai dengan namanya merupakan pintu gerbang informasi yang memungkinkan pengakses informasi memperoleh aneka fitur fasilitas teknologi online dan berita didalamnya. Content-nya merupakan perpaduan layanan interaktif yang terkait informasi secara langsung, misalnya tanggapan langsung, pencarian artikel, forum diskusi, dll; dan atau yang tidak berhubungan sama sekali dengannya, misalnya games, chat, kuis, dll (Iswara, 2001).
Lebih lanjut tentang media online berupa portal informasi ini, Iswara (2001) menjelaskan karakteristik umum yang dimiliki media jenis ini, yaitu:
1.      Kecepatan (aktualitas) informasi
Kejadian atau peristiwa yang  terjadi di lapangan dapat langsung di upload ke dalam situs web media online ini, tanpa harus menunggu hitungan menit, jam atau hari, seperti yang terjadi pada media elektronik atau media cetak. Dengan demikian mempercepat distribusi informasi ke pasar (pengakses), dengan jangkauan global lewat jaringan internet, dan dalam waktu bersamaan .dan umumnya informasi yang ada tertuang dalam bentuk data dan fakta bukan cerita.
2.      Adanya pembaruan (updating) informasi
Informasi disampaikan secara terus menerus, karena adanya pembaruan (updating) informasi. Penyajian yang bersifat realtime ini menyebabkan tidak adanya waktu yang diiistemewakan (prime time) karena penyediaan informasi berlangsung tanpa putus, hanya tergantung kapan pengguna mau mengaksesnya.
3.      Interaktivitas
Salah satu keunggulan media online ini yang paling membedakan dirinya dengan media lain adalah fungsi interaktif. Model komunikasi yang digunakan media konvensional biasanya bersifat searah (linear) dan bertolak dari kecenderungan sepihak dari atas (top-down). Sedangkan media online bersifat dua arah dan egaliter. Berbagai features yang ada seperti chatroom, e-mail, online polling/survey, games, merupakan contoh interactive options yang terdapat di media online. Pembaca pun dapat menyampaikan keluhan, saran, atau tanggapan ke bagian redaksi dan bisa langsung dibalas.
4.      Personalisasi
Pembaca atau pengguna semakin otonom dalam menentukan informasi mana yang ia butuhkan. Media online memberikan peluang kepada setiap pembaca hanya mengambil informasi yang relevan bagi dirinya, dan menghapus informasi yang tidak ia butuhkan. Jadi selektivitas informasi dan sensor berada di tangan pengguna (self control).
5.      Kapasitas muatan dapat diperbesar
Informasi yang termuat bisa dikatakan tanpa batas karena didukung media penyimpanan data yang ada di server komputer dan sistem global. Informasi yang pernah disediakan akan tetap tersimpan, dan dapat ditambah kapan saja, dan pembaca dapat mencarinya dengan mesin pencari (search engine).
6.      Terhubung dengan sumber lain (hyperlink)
Setiap data dan informasi yang disajikan dapat dihubungkan dengan sumber lain yang juga berkaitan dengan informasi tersebut, atau disambungkan ke bank data yang dimiliki media tersebut atau dari sumber-sumber luar. Karakter hyperlink ini juga membuat para pengakses bisa berhubungan dengan pengakses lainnya ketika masuk ke sebuah situs media online dan menggunakan fasilitas yang sama dalam media tersebut, misalnya dalam chatroom, lewat e-mail atau games.
Perspektif Aksiologi
Internet adalah habitat paling sesuai untuk teori Uses and gratification, Teori ini mempertimbangkan apa yang dilakukan orang pada media, yaitu menggunakan media untuk pemuas kebutuhannya. Penganut teori ini meyakini bahwa individu sebagai mahluk supra-rasional dan sangat selektif. Disini khalayak bersifat Aktif, selektif memilih apa yang ia butuhkan.
Menurut Elihu Katz et. al, kebutuhan individual (individual’s need) dikategorisasikan sebagai cognitive needs, affective needs, personal integrative needs, social integrative needs dan escapist needs. Penjelasannya adalah sebagai berikut:
1.      Cognitive needs (Kebutuhan Kognitif)
Kebutuhan yang berkaitan dengan peneguhan informasi, pengetahuan dan pemahaman mengenai lingkungan. Kebutuhan ini didasarkan pada hasrat untuk memahami dan menguasai lingkungan; juga memuaskan rasa penasaran kita dan dorongan untuk penyelidikan kita.
2.      Affective needs (Kebutuhan afektif)
Kebutuhan yang berkaitan dengan peneguhan pengalaman-pengalaman yang estetis, menyenangkan dan emosional.
3.      Personal integrative needs (Kebutuhan personal secara integratif)
Kebutuhan yang berkaitan dengan peneguhan kredibilitas, kepercayaan, stabilitas dan status individual. Hal-hal tersebut diperoleh dari hasrat akan harga.
4.      Social integrative needs (kebutuhan Pribadi secara sosial)
Kebutuhan yang berkaitan dengan peneguhan kontak dengan keluarga, teman dan dunia. Hal tersebut didasarkan pada hasrat untuk berafiliasi.
5.      Escapist needs (Kebutuhan pelepasan)
Kebutuhan yang berkaitan dengan upaya menghindarkan tekanan, ketegangan, dan hasrat akan keanekaragaman.
Sejak beberapa tahun silam media online sudah tersebar dan melingkupi bumi yang satu adanya ini.  Bahkan di dunia Barat telah dipakai untuk keperluan pendidikan dan pengajaran siswa di sekolah maupun universitas.
Lantas apa manfaat media online? Banyak sekali, Salah satunya ialah guru atau dosen bisa menyebarkan pengetahuan dan pengalamannya secara leluasa alias lintas batas, ruang dan waktu. Tadinya hanya mampu dikonsumsi 40-50-an murid atau mahasiswa di sebuah ruang kelas, tapi kini sembari duduk di selasar kampus, materi pengajaran tadi bisa disebar ke seluruh dunia dengan metode teleconference.
Di negara seperti Inggris dan Amerika, media online mampu merambah ke pelosok (sub urban area)  dan daerah terpencil lainnya, sehingga penduduk di sana tak terisolir dan tetap bisa memamah beragam informasi mutakhir yang berguna bagi aktivitas keseharian penghidupan mereka. Misalnya, perihal teknik pertanian organik, itu bisa diakses secara mudah lewat http://www.google.com/ ataupun kamus online wikipedia. Selain itu dengan hadirnya media online tersebut, anak-anak dapat mengakses gambar, musik dan film yang berguna bagi pemekaran jiwa. Tapi tentu perlu pendampingan khusus.
Bagi masyarakat Indonesia media online niscaya bermanfaat pula. Kenapa? Karena hanya dengan bermodal perangkat komputer sederhana dan koneksi internet yang ke depan niscaya lebih murah, orang bisa mengakses informasi lowongan kerja, berita bisnis sains, filsafat dan perkembangan situasi terkini di pelbagai belahan dunia. Semuanya itu merupakan makanan bagi jiwa dan pikiran kita. Misalnya, seputar aktivitas men-copas (copy-paste) gambar-gambar,  men-download lagu-lagu dari multiply, berkomunikasi via facebook maupun twitter dengan sahabat dari Tionghoa, Jepang, Arab, Eropa, Afrika dan lain-lain, niscaya dapat memperdalam pemahaman lintas budaya (cross cultural undersatanding) sekaligus membuka cakrawala pandang anak bangsa sehingga tak terjebak dalam fanatisme berbau primordial dan sektarian.
Tapi selain memfasilitasi kita untuk menyebarkan informasi dan kesadaran, media online juga mengandung bahaya laten bila disalahgunakan oleh pihak yang tak bertanggungjawab. Misalnya, dengan menyebarkan black campaign bernuansa SARA di milist-milist, film-film katarsis seksual via situs youtube, ancaman ataupun intimidasi lewat e-mail yang mendeskreditkan kelompok minoritas tertentu, dan sebagainya. Oleh sebab itu, praktisi media online senantiasa mensortir dan memantau sajian berita sehingga perkakas tersebut tidak kontraproduktif dan justru merugikan kepentingan umum.
Banyak Manfaat Yang Bisa Di Dapat Dengan Menggunakan Internet,yaitu :
1.      Setiap Orang Yang Ingin Membuka Usaha Seperti Menjual Buku,pakaian,atau Mempromosikan Perusahaan Mereka Bisa Membuat Toko Online.
2.      Seperti Yang Lagi Tren Sekarang ini,Orang-Orang Bisa Mendapatkan Banyak Teman baru,Kenalan Baru Dengan Adanya Situs Jejaring (Sosial Networking) Seperti friendster,Facebook,Plurk,Twitter,Dan Masih Banyak Lagi Lainnya.
3.      Orang Yang Tinggal Di Tempat Yang Berbeda/Berjauhan Dengan keluarga Bisa Bertukar Informasi/Kabar Dengan menggunakan Email.
Namun Internet Tidak Selalu Berdampak Baik Bagi Masyarakat Karena Internet Juga Membawa Dampak Buruk Bagi Masyarakat Seperti :
1.      Masyarakat Menjadi Malas,Karena Mereka Beranggapan Dengan Adanya Internet Semua Pekerjaan Bisa Dengan Mudah Di Kerjaan (mau Informasi Ini Tinggal Cari Di Google) jadi Otak ATau Pikiran Mereka TIdak Di Gunakan Lagi untuk Mengerjakan Pekerjaan Mereka.
2.      Bagi Masyarakat Muda Khususnya Banyak Menyalahgunakan internet untuk Mencari Informasi Yang Seharusnya Tidak Mereka Cari Seperti Membuka Situs" Dewasa,mencari Gambar-Gambar Fulgar,Dan Semacamnya.
3.      Banyak Orang Memanfaatkan Internet untuk Melakukan Berbagai Macam Kejahatan Seperti Menipu.
Meskipun banyak diwarnai kelebihan-kelebihan yang tidak dimiliki oleh media lain, media online tetap memiliki kelemahan. Salah satu kelemahan dari media online adalah kebebasan berkomunikasi dan berpendapat di dalamnya. Dan salah satu faktor yang membuat seseorang bersembunyi di balik struktur kebebasan berkomunikasi dan berpendapat adalah globalisasi. Globalisasi ini mengakibatkan penyebaran nilai-nilai kebudayaan yang salah, norma-norma dan praktek kapitalisme, serta adanya pencampuran budaya luar. Salah satu jalan untuk mengatasi hal tersebut adalah studi etika, atau disebut dengan etika online.
Etika online akan mempelajari filosofi moral, menerangkan bagaimana beersistematis, mengetahui tentang apa yang baik dan salah sesuai dengan yang diberikan oleh konteks kebudayaan. etika online sendiri didefinisikan : "suatu bentuk etika yang mengkhususkan tentang bagaimana kita mengkomunikasikan online". Pada intinya, media online tidak boleh hanya mengedepankan inovasi-inovasi terbarunya saja untuk menarik pengguna; namun juga harus mengedepankan kode etik online dalam setiap pengembangan sarananya.
Perspektif Epistemologis
          Internet telah mengalami perubahan drastis di dunia komputer dan komunikasi dewasa ini. Penemuan telegraf, telepon, radio dan komputer merupakan serangkaian tahapan perkembangan bidang komunikasi yang dalam perkembangannya dapat terintegrasi dalam sebuah jaringan internet.
            Untuk menetukan kapan munculnya Internet (media online), kita perlu melihat apa yang terjadi pada tahun 1957 yang saat itu dikenal sebagai tahun geophysical internasional, yaitu tahun yang dikenang untuk pengumpulan informasi tentang atmosfer lapis atas selama periode kegisatan matahari. Eisenhower mengumumkan bahwa sebagai bagian dari kegiatannya, pada tahun 1955 AS berharap dapat meluncurkan sebuah satelit kecil yang mengorbit pada bumi.
            Kemudian pada tahun 1957 Uni Soviet meluncurkan Sputnik I ke dalam orbit bumi. Tidak ingin ketinggalan Amerika Serikat berusaha mengimbangi kemempuan Uni Soviet tersebut. Salah satu reaksi Amerika Serikat ditekankan pada munculnya lembaga riset canggih yang dikenal sebagai Advanced Research Project Agency (ARPA) di bawah kendali Departemen Pertahanan Amerika Serikat yang didukung oleh ratusan ilmuwan terkemuka dan anggaran yang cukup memadai.
Pada tahun 1962, ARPA membuka program riset komputer yang bekerjasama dengan seorang ilmuwan MIT, John Licklider. John pertama kali memublikasikan memorandum pada Jaringan Galaktik (Galaktic Network) yang menjelaskan bahwa nantinya komputer akan menjadi suatu jaringan yang dapat diakses oleh siapa saja.
            Seiring perkembangan riset-riset yang dilakukan, selanjutnya pada tahun 1984 telah diperkenalkan Domain Name Server (DNS) yang mengelompokkan nama domain yang sesuai dengan jenis kegiatannya. Sistem baru yang diperkenalkan di Amerika Serikat seperti nama domain edu (educational), com (commercial), gov (govermental), mil (military), net (network), tv (television), dan org (organizational). Sedangkan untuk nama domain di Indonesia yaitu edu, com, go, net, tv dan org.
            Berikut ini akan diketengahkan beberapa definisi internet, (Purwanto, 427:2010).
1.      Menurut Webopaedia, internet adalah suatu jaringan yang menghubungkan jutaan komputer.
2.      Menurut Barners Lee, Internet adalah suatu jaringan dari beberapa jaringan.
3.      Menurut Ned Snell, internet adalah sebuah koridor bagi berbagai jenis sumber daya yang ada padanya, dan setiap sumberdaya tersebut diakses melalui peranti yang berbeda-beda.
4.      Internet Society (ISOC), internet didefinisikan sebagai kemampuan menyampaikan informasi dan media kolaborasi dan interaksi antara individu dan komputer mereka tanpa melihat lokasi secara geografis.
5.      Menurut Martin, dkk, internet adalah suatu jaringan dari berbagai jaringan yang menggunakan protokol TCP/IP, dengan pintu gerbang koneksi ke banyak jaringan yang tidak menggunakan protokol TCP/IP.
Berdasarkan beberapa definisi tersebut, dapat dikemukakan beberapa poin penting tentang internet, di antaranya adalah:
1.      Internet sebagai sistem informasi dan komunikasi global
2.      Internet dipahami sebagai suatu jaringan dari berbagai jarigan komputer yang ada
3.      Memiliki mekanisme penyampaian informasi kepada pihak lain
4.      Internet menggunakan protokol standar biasanya TCP/IP atau standar IP kompatibel
5.      Internet memiliki berbagai sumber daya yang dapat diakses melalui perangkat yang berbeda.

Kesimpulan
          Teknologi informasi dan komunikasi akan selalu dinamis, bergerak menuju perbaikan-perbaikan yang memberikan kemudahan atau manfaat bagi para penggunanya. Begitu juga  media online dengan jaringan internet juga akan mengalami perubahan yang memberi manfaat besar bagi penggunanya seperti dapat berkomunikasi secara global, membuka wawasan berpikir, berkreasi, menjalin persahabatan dan tak kalah pentingnya adalah biaya yang murah dalam penyampaian pesan komunikasi.
            Disamping itu tentu tetap ada kekhawatiran yang dapat ditimbulkan dari media online atau internet. Menyebarnya berbagai paham ideologi atau pandangan yang tidak sesuai dengan paham atau ideologi yang dianut oleh suatu negara lewat media online, penggunaan yang masih di bawah umur dapat dengan mudah mengakses situs yang tidak layak diakses oleh mereka, dan banyak kekhawatiran lainnya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar